Buat “Si Miskin”
Uncategorized No Comments »
IndonesiaPembaca yang budiman, mengapa ada label “SI MISKIN” atau “ORANG KECIL” di masyarakat kita? Penulis heran, siapa sih yang menciptakan istilah ini. Apakah dia sudah merasa menjadi orang besar sehingga dengan enaknya memanggil rakyat “orang miskin” “orang kecil”? Mereka semua sama dengan saudara, sama dengan kita semua sebagai warga Negara. Kita semua sama di hadapan hukum apalagi di hadapan Tuhan. Kita semua mempunyai hak atas kehidupan yang layak. Kita semua memunyai hak yang sama mendapatkan pendidikan dan pengajaran sesuai undang-undang dasar yang berlaku.
Pernahkah kita meneliti apa dampak negatif dari ‘stempel’ warga miskin pada siswa-siswa kita. Hal tersebut tentu bisa menurunkan citra diri sehingga mereka menjadi anak-anak yang terstigmatisasi dan memiliki self esteem yang rendah. Kalau sudah seperti itu bagaimana untuk berprestasi?. Bagaimana untuk membentuk karakter yang tangguh? Karakter seorang pemimpin yang percaya diri, jujur, kreatif dan penuh inovatif?
Pendidikan dasar dan kesehatan yang memang sudah semestinya menjadi hak masyarakat. Tetapi mengapa warganegara mesti ditempeli ‘cap’ KELUARGA MISKIN?!!! Tidakkah itu suatu bentuk diskriminasi? Jelas sudah bertentangan dengan undang-undang Sisdiknas. Tidakkah istilah ‘warga miskin’ itu mengusik harga diri warga negara kita sendiri?
Dan juga sebaliknya istilah ”You cannot when you think you cannot.” Benar-benar berlaku disini. Karena sudah distempel termasuk golongan “CANNOT” maka mereka jelas sulit untuk berprestasi. Tanpa kita sadari kita sudah meracuni pikiran mereka atau bahkan pikiran kita sendiri dengan stempel ‘WARGA MISKIN” tersebut!
Pertanyaan adalah apakah hati kita sudah cukup “kaya” untuk memanggil mereka orang miskin?
